40 Tahun Jual Daun Pisang, Painah Akhirnya Wujudkan Mimpi ke Tanah Suci

- Advertisement -

Sebuah kisah inspiratif tentang kesabaran dan tekad kuat datang dari Painah, seorang nenek berusia 65 tahun asal Dusun Ngegok, Wonosobo Barat. Penjual daun pisang ini akhirnya menapakkan kakinya di Tanah Suci setelah menabung uang receh selama belasan tahun.

Painah, yang tergabung dalam kloter YIA 22, tiba di Bandara Internasional King Abdulaziz, Jeddah, pada Selasa (19/5/2026) siang. Ia terbang bersama rombongannya menggunakan maskapai Garuda Indonesia dan ditempatkan di Sektor 8 Makkah.

Bagi Painah, perjalanan spiritual ini adalah buah dari kerja keras tanpa henti yang ia rintis jauh sebelum jadwal penerbangan. Setiap harinya, sejak pukul 01.30 dini hari, ia sudah berjalan kaki menuju Pasar Pagi Wonosobo sambil menggendong karung berisi daun pisang.

“Saya itu buruh. Buruh memetik daun, setiap hari tidak pernah telat. Itu sudah lebih dari 40 tahun,” ungkap Painah kepada tim Media Center Haji (MCH) 2026 setibanya di Jeddah.

Nabung dari Untung yang Tak Menentu

Daun pisang yang dipetiknya tidak langsung dijual begitu saja. Ia melipat dan menimbangnya per kilogram sebelum memasukkannya ke dalam karung. Hasil dari penjualan tersebut menjadi satu-satunya sumber pendapatannya selama puluhan tahun.

Dengan harga daun pisang yang berkisar antara Rp2.000 hingga Rp5.000 per kilogram, penghasilan Painah sangat tidak menentu. Terkadang ia bisa membawa pulang Rp200.000 pada hari yang ramai, namun tak jarang ia hanya mengantongi Rp15.000 sehari.

Meski begitu, ia pantang menyerah. Sebagian dari penghasilannya selalu ia sisihkan sedikit demi sedikit ke dalam celengan di rumahnya. “Uangnya dikumpulkan di rumah. Daftar haji pakai uang receh,” ceritanya.

- Advertisement -

Ditemani Sang Putra

Setelah resmi mendaftar pada tahun 2012, penantian panjang selama 14 tahun sempat membuat Painah merasa khawatir. Faktor usianya yang terus bertambah membuatnya waswas tidak sempat menunaikan rukun Islam kelima tersebut.

Namun, keteguhan niatnya membuahkan hasil manis. “Remen sanget (senang sekali) bisa sampai Tanah Suci menjalankan ibadah haji,” ucapnya dengan raut wajah penuh rasa syukur.

Dalam perjalanan spiritualnya kali ini, Painah tidak sendirian. Ia ditemani oleh putranya, Sabar Munasir (33), yang berangkat untuk menggantikan posisi sang ayah karena dinyatakan tidak memenuhi syarat istithaah (kemampuan) kesehatan. Kehadiran Sabar menjadi penyempurna dari perjuangan panjang sang ibu yang tak kenal lelah mengumpulkan kepingan rupiah demi menjawab panggilan Baitullah.

- Advertisement -

Artikel Terkait :

Pemadaman Bergilir Landa ...

PLN ULP Tebing Tinggi merilis jadwal pemadaman listrik bergilir akibat gangguan pada pembangkit. Cek daftar kawasan terdampak dari pagi hingga malam.

Abaikan AD/ART dan PO, Ko...

Tebing Ti...

Pemerintah Kucurkan Dana ...

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian memastikan penanganan bencana telah memasuki fase pemulihan permanen yang berfokus pada infrastruktur dasar dan pelayanan publik.

Tingkatkan Kinerja, Sekda...

Sekretaris Daerah Kota Tebing Tinggi Erwin Suheri Damanik bersama jajaran direksi PDAM Tirta Bulian melakukan kunjungan kerja ke PDAM Tirtanadi Medan, Kamis 7 Mei 2026.

Artikel Terkait :

Populer

Topik Populer

#1

Pemadaman Bergilir Landa ...

PLN ULP Tebing Tinggi merilis jadwal pemadaman listrik bergilir akibat gangguan pada pembangkit. Cek daftar kawasan terdampak dari pagi hingga malam.

#2

Abaikan AD/ART dan PO, Ko...

Tebing Ti...

#3

Pemerintah Kucurkan Dana ...

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian memastikan penanganan bencana telah memasuki fase pemulihan permanen yang berfokus pada infrastruktur dasar dan pelayanan publik.

#4

Tingkatkan Kinerja, Sekda...

Sekretaris Daerah Kota Tebing Tinggi Erwin Suheri Damanik bersama jajaran direksi PDAM Tirta Bulian melakukan kunjungan kerja ke PDAM Tirtanadi Medan, Kamis 7 Mei 2026.

Taggar Trending